Pertanyaan Keramat Soal Masa Depan

5:29 PM


Recently, gue sering banget dapat pertanyaan, "Bree, lo ngeles Prancis?", "Lo ambil course filsafat?", "Lo belajar main saham?", "Lo belajar counter-terrorism?" Lalu dilanjut, "Buat apa?"

Well, thanks for that kind of cheer up.

Yap. Umur segini, with career in the picture, gue ditanya ngapain belajar semua itu. Plus masih mau nambah belajar bahasa dan skill-skill lainnya. Jawabannya simpel: moto hidup gue itu #LiveLifeLimitless ... jadi mau umur berapa, I won't think and say that I'm old enough to run and chase, and to keep seeking something new. Dari umur 20an awal, gue percaya gue kudu memulai gerakan #MenolakTua. Lalu dengan GERD and depresi yg masih sering kumat, gue memang nggak akan bisa seproduktif jekpot dulu. Tapi ini trigger gue untuk sembuh dan terus hidup sehat (baca: balance).

Secondly, buat gue kita harus tetap learn something new, learn more and deeper. Ibarat investasi sama bisnis, jangan taruh beberapa telur di satu keranjang (meski gue bingung ini kenapa ditaruh di keranjang dan nggak dikulkas). Tetep penting kok untuk mastering our profession better, tapi kalau besok profesi yang sekarang tetiba GONE *pffft!*? Atau lo udah ngerasa hati lo udah nggak di situ lagi, seberapa lama lo mau paksain?

Mungkin gue kesannya ga optimis banget, mewartakan kepanikan dini dan kemungkinan terburuk. Nggak, hidup ada ups-and-downs, kita kudu siap dengan rencana dan hal-hal mendukung. 

Karena belakangan sering ditanya pertanyaan di atas tadi dengan gengges, maka gue jawab dengan gengges juga, "ya, nanti umur 40 kalau masih hidup saya mau jadi dosen, bisa ngajar komunikasi, ngajar media, atau  ngajar bahasa prancis, bisa jadi penerjemah, jadi interpreter di UN karena UN pakai bahasa Prancis selain English, dan bisa tinggal di Prancis dan jadi tour guide, kan?" 

Paham banget, some people feel safe in their own life right now. Some are feeling ready to give up everything. Nggak bersiap apa yang akan berubah di depan. Sementara IMHO, kita kudu bersiap nggak cuma sama 'constant change', tapi juga sama 'sudden change'. Dan kebayang gimana kalau perubahan itu menghilangkan pekerjaan lo atau sesuatu yang lo suka banget? And you don't have anything else backing you up? Parahnya lagi, lo harus bisa menanggung diri lo sendiri karena nggak bakal ada yang nanggung, plus ada orang lain yang jadi tanggungan lo, misalnya? 

Life is about survival. Gue sempet salah langkah bertahan di tempat yg ga fair sama gue sampai 2 tahun, tapi gue nggak nyesel juga resign within 2-3 bulan only dari tempat yg gue lihat gue nggak akan berkembang anyway. Orang mikir gue greedy or labil, tapi target gue adalah 'skill, industry, network'. Kalau each day nggak nambah, I'll ask, 'buat apa? Nanti kalau kelamaan gue nggak akan survive once the constant change come'.

Buat yang nanyanya, 'what's next?'. Thank you!'


You Might Also Like

0 comments

Thanks for reading! You're most welcome to leave some of your lovable words...